travel blog ideas

Lika-liku First Travel Sampai 63 Ribu Jemaah Tidak Segera Terbang ke Tanah Suci

Lika-liku First Travel Sampai 63 Ribu Jemaah Tidak Segera Terbang ke Tanah Suci

Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menampik kasasi keputusan asset PT First Karunia Karya Wisata atau First Travel serta merebut asetnya untu negara memotong harapan beberapa ribu korban yang terus mengharap uangnya untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci kembali. Keputusan kasasi Mahkamah Agung yang memerintah asset First Travel diambil alih untuk negara, tertera dalam keputusan nomor 3096 K/Pid.Sus/2018.

Dalam catatan Di antara, Rabu (27/11/2019), salah satu orang korban First Travel, Asro Kamal Rokan, menampik hasil lelang harta kekayaan pemilik travel itu diberikan ke negara. Asro serta keluarganya, sejumlah 14 orang, yang tidak untung seputar Rp 160 juta merasakan keputusan itu benar-benar menyakitkan.

Baca juga : PDIP: Penilaian Fadli Zon Masalah Ahok Tendensius

Dia menanyakan kenapa korban yang dirugikan, tapi negara yang merebut asset First Travel. Sesaat Kajari Depok Yudi Triadi sesudah keputusan Mahkamah Agung (MA), mengatakan faksinya telah perjuangkan hak korban First Travel dengan banding pada 15 Agustus 2018, tapi keputusan Pengadilan Tinggi Bandung memperkuat keputusan hakim tingkat pertama.

Usaha seterusnya berbentuk kasasi ke Mahkamah Agung (MA) juga masih memperkuat keputusan pengadilan negeri yang mengatakan tanda bukti Nomor 1-529 masih dirampas untuk negara. Dalam tuntutan, jaksa minta supaya tanda bukti dikembalikan ke korban lewat Paguyuban Pengurus Pengelola Asset Korban First Travel, tapi keputusan pengadilan mengatakan lain. Adanya ketidaksamaan itu, Kejagung seterusnya memerintah Kejaksaan Negeri Depok untuk tunda eksekusi asset pada masalah First Travel sampai usai dikerjakan analisis tindak lanjut masalah itu. Batasan waktu penangguhan eksekusi itu tidak dipastikan sambil kejaksaan cari jalan keluar untuk kembalikan asset nasabah yang alami kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *