travel blog ideas

Striker Novel Dijaring Klausal Penganiayaan, Pimpinan KPK Ghufron Setuju

Striker Novel Dijaring Klausal Penganiayaan, Pimpinan KPK Ghufron Setuju

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron setuju aktor serangan pada penyidik KPK Novel Baswedan dijaring klausal pengeroyokan serta penganiayaan. Tetapi klausal penganiayaan itu dapat ditingkatkan bila diketemukan bukti baru masalah motif aktor. “Jika anu penganiayaan berat sebab selanjutnya dampak berefek masih memunculkan kecacatan. Jika memang dituduh atau dijaring klausal itu saya setuju,” kata Nurul pada detikcom, Minggu (29/12/2019).

Nurul menyebutkan perbuataan aktor tidak ke arah pembunuhan. Alat yang dipakai aktor dikatakannya mempunyai tujuan mencederai Novel, bukan membunuh. Tidak ke arah sana (gagasan pembunuhan, red), tidak tunjukkan alat atau instrumen yang dipakai, cuma memang untuk mencederai, bukan untuk membunuh. Contohnya jika membunuh dengan bom molotov, jika itu dapat arah pembunuhan, jika cairan keras ingin memunculkan kesakitan atau teraniaya korban,” jelas ia.

Baca juga : Carles Alena Di-anak Tirikan Barcelona, Kini Resmi Direkrut Real Betis

Walau demikian, dia menerangkan ada hukuman pemberatan untuk aktor sebab Novel jadi penegak hukum. Ditambah lagi peluang serangan itu terkait pekerjaan Novel yang sedang mengatasi masalah korupsi. “Jadi kami setuju hanya kelak ada pemberatan sebab kemungkinan terkait Pak Novel jadi aparat penegak hukum pasti penganiayaan kemungkinan ada hubungan dengan yang ia tangani, kelak dapat ditingkatkan pemberatannya,” papar ia.

Awalnya, Karo Penmas Divisi Human Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan klausal yang menangkap ke-2 terduga striker Novel ialah Klausal 170 KUHP subsider Klausal 351 ayat 2 KUHP. Argo menyebutkan terduga terancam hukuman 5 tahun penjara. “Klausal 170 KUHP subsider 351 ayat 2 KUHP,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono waktu diminta konfirmasi detikcom, Minggu (29/12).

Aktor serangan Novel diamankan di lokasi Cimanggis, Depok, pada Kamis (26/12) malam. Sesudah kontrol intens, ke-2 polisi aktif berinisial RM serta RB itu diputuskan jadi terduga pada Jumat (27/12) pagi. Ke-2 terduga berinisial RM serta RB sekarang sudah ditahan di Bareskrim Polri. Keduanya akan jalani kontrol intens berkaitan serangan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *